Singgung Tantangan Korupsi hingga Pelanggar HAM, Keuskupan Agung Medan Ungkap Capres yang tersebut Layak Dipilih

Singgung Tantangan Korupsi hingga Pelanggar HAM, Keuskupan Agung Medan Ungkap Capres yang tersebut yang dimaksud Layak Dipilih

Kontrapedia.com – Jelang pemilihan presiden dan juga delegasi presiden yang tersebut akan berlangsung pada 14 Februari 2024 mendatang, Keuskupan Agung Medan membeberkan kriteria-kriteria calon pemimpin yang mana dianggap layak dipilih oleh warga Indonesia, khususnya umat nasrani. 

Dari beberapa kriteria itu, Uskup Mgr Kornelius Sipayung berpesan agar jemaatnya jangan memilih pemimpin yang memberikan ruang bagi pelaku pelanggar HAM hingga aksi kelompok yang anti terhadap NKRI. 

“Pemimpin yang digunakan bukan memberikan ruang terhadap pelanggar Hak Asasi Orang lalu bukan mentolerir aksi separatisme dan juga pemecah belah bangsa melawan nama apa pun termasuk menghadapi nama agama,” ucapannya pada Surat Gembala Uskup Agung Medan Menyongsong Pesta Demokrasi, 14 Februari 2024 dikutipkan hari terakhir pekan (26/1/2024).

Uskup Kornelius mengumumkan jemaat harus berpartisipasi untuk menggunakan hak pernyataan memilih pemimpin dalam masa depan sesuai dengan hati nurani masing-masing.

Dalam surat yang ditulisnya itu, Uskup Korneliusu juga menyerukan agar jemaatnya tidak ada gampang terbujuk urusan politik uang sehingga salah memilih pemimpin.

“Menolak dengan tegas money urusan politik (politik uang)” katanya.

Berikut isi surat Keuskupan Agung Medan untuk menuntun para jemaat untuk memilih pemimpin dalam Pilpres tahun ini.  

  1. Pemimpin yang tersebut tetap memperlihatkan memegang teguh empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika lalu NKRI) sebagai pijakan utama di menjalankan roda kepemimpinannya.
  2. Pemimpin yang berintegritas. Pemimpin yang tersebut konsisten di perkataan lalu tindakan sehingga mendapat kepercayaan yang tersebut tinggi dari rakyat. Pemimpin yang mana adil dan juga jujur juga mempunyai komitmen untuk melaksanakan janji politiknya.
  3. Pemimpin yang tersebut sungguh mengutamakan kepentingan umum (Bonum Commune bukanlah kepentingan partai apalagi kepentingan pribadi (GS 73). 
  4. Kita hendaknya memilih calon pemimpin yang tersebut bersikap tegas untuk koruptor lalu memberikan dukungan penuh terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga tercipta pemerintahan yang tersebut bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi dan juga Nepotisme).
  5. Pemimpin yang tersebut berhati dan juga berjiwa merakyat. Ia akan memperhatikan kepentingan seluruh rakyat kemudian kebijakannya pun pro rakyat tidak demi kepentingan penguasa juga pengusaha. Pemimpin yang dimaksud hadir pada sedang rakyat (blusukan) akan mengetahui permintaan rakyat.
  6. Pemimpin yang tersebut merangkul seluruh elemen bangsa juga melibatkan tokoh agama pada mewujudkan kerukunan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Pemimpin yang dimaksud tak memberikan ruang untuk pelanggar Hak Asasi Manusia serta tiada mentolerir Aksi Separatisme serta pemecah belah bangsa menghadapi nama apa pun termasuk berhadapan dengan nama agama.
  8. Pemimpin yang digunakan berwawasan ekologi (Lingkungan Hidup). Pemimpin yang tersebut sungguh memperhatikan lingkungan hidup.

(Sumber: Suara.com)