Rencana Surabaya Zero Knalpot Brong, Begini Sosialisasinya

Rencana Surabaya Zero Knalpot Brong, Begini Sosialisasinya

Kontrapedia.com – Larangan penyelenggaraan knalpot brong merujuk Pasal 285 ayat (1) jo Pasal 106 ayat 3 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas lalu Angkutan Jalan (LLAJ). Sedangkan ucapan bising knalpot termasuk di pelanggaran diatur pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009.

Di dalamnya disebutkan motor berkubikasi 80-175 cc, tingkat maksimal kebisingan 80 dB, lalu untuk motor pada menghadapi 175 cc maksimal bising 83 dB.

Kemudian, untuk menindak pengendara dengan knalpot bising, Kepolisian mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas serta Angkutan Jalan Pasal 285.

Dikutip dari kantor berita Antara, Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Perkotaan Surabaya (Polrestabes) Surabaya menggencarkan sosialisasi larangan penyelenggaraan knalpot bising atau brong terhadap pengguna jalan raya untuk mewujudkan acara “Surabaya Zero Knalpot Brong”.

Suasana Pusat Kota Surabaya (Instagram.com/surabayasparkling)
Suasana Perkotaan Surabaya (Instagram.com/surabayasparkling)

Sosialisasi dilaksanakan di area persimpangan Jalan Pahlawan, dibawakan sebagian Polisi Wanita atau Polwan dengan menyebabkan spanduk kemudian tanda larangan pemanfaatan knalpot brong.

“Tujuan kami mengimbau untuk penduduk Perkotaan Surabaya sesuai dengan jargon Surabaya Zero Knalpot Brong, jadi kami mengingatkan warga yang menggunakan jalan raya untuk menghindari pemanfaatan knalpot brong dan juga menggunakan knalpot sesuai dengan standarnya,” jelas Iptu Aurora Pangastiti, Kepala Sub-Unit 1 Security juga Keselamatan Satlantas Polrestabes Surabaya di Surabaya, Kamis (25/1/2024).

“Kami ingatkan jangan mengganti knalpot. Jangan diganti dengan knalpot brong. Kemudian memakai helm yang sesuai standar, lampu setiap saat menyala. Kami mengingatkan pengguna jalan raya tandanya sayang,” lanjutnya.

Pihak Kepolisian juga mengucapkan terima kasih terhadap pengguna jalan raya yang dimaksud tidaklah menggunakan knalpot brong demi ketertiban kemudian kenyamanan masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih bagi pengguna jalan raya yang tersebut telah menjalankan aturan berlalu lintas,” kata Iptu Aurora Pangastiti.

 Saat sosialisasi, tiada ada pengguna jalan raya yang mana diamankan kendaraannya karena bentuk kegiatannya semata-mata imbauan agar tertib berlalu lintas kemudian turut mewujudkan “Surabaya Zero Knalpot Brong”.

“Kami akan melaksanakan secara rutin. Beberapa hari lalu kami sosialisasi juga ke sekolahan juga. Jadi kami memberikan imbauan terhadap anak-anak sekolah lalu memberi informasi ke guru juga agar bukan memperbolehkan siswanya menggunakan knalpot brong dalam kendaraannya,” tutupnya.

(Sumber: Suara.com)