Pemerkosa dan juga Pembunuh Mahasiswi Gundar Ternyata Licin, Argiyan Lama Buron usai Hamili 2 ABG di tempat Depok

Pemerkosa dan juga juga Pembunuh Mahasiswi Gundar Ternyata Licin, Argiyan Lama Buron usai Hamili 2 ABG pada tempat Depok

Kontrapedia.com – Tersangka Argiyan Arbirama (19) sempat dilaporkan dua korban lain ke Polres Metro Depok sebelum ditangkap pasca membunuh lalu memperkosa mahasiswi Gunadarma Depok, Kayla Rizki Andini (20). Kedua korban itu masing-masing berinisial NH kemudian N anak yang kekinian hamil sembilan bulan akibat perbuatan tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan dituduh Argiyan ‘licin’ sehingga belum ditangkap sampai akhirnya kembali melakukan aktivitas kejahatannya terhadap Kayla.

“Terkait dengan adanya dua laporan swbelumnya tentunya laporan ini masih diadakan penyelidikan akibat si pelakunya sendiri cukup licin. Di mana pelaku sempat kabur meninggalkan daerah, ini kemungkinan besar baru balik ia melakukan perbuatan lagi,” kata Wira dalam Polda Metro Jaya, Jakarta, Mulai Pekan (22/1/2024).

Wira menyatakan dua laporan di area Polres Metro Depok yang dimaksud rencananya akan diambil alih Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Kami akan koordinasi dengan satuan kewilayahan setempat nantinya untuk LP (laporan polisi) yang dimaksud akan kita tarik penanganannya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” katanya.

Ngajak Ngopi

Wira sebelumnya mengungkap bahwa dituduh Argiyan juga korban Kayla baru mengenal sekitar empat bulan lalu lewat perangkat lunak instruksi Line. Sebelum kejadian pembunuhan juga pemerkosaan ini terjadi, Kayla ternyata sempat memblokir kontak Line terperiksa Argiyan.

Namun terdakwa Argiyan mengganti nomor poselnya demi bisa saja menjalin komunikasi dengan Kayla. Sampai pada akhirnya pasca dua minggu menjalin komunikasi kembali, keduanya memutuskan berpacaran.

Pada 18 Januari 2024, dituduh Argiyan lalu menghadirkan korban ngopi. Dia meminta-minta korban untuk menjemput di dalam rumahnya.

“Setelah sampai rumah pelaku, korban diminta masuk rumah dan juga pelaku dengan segera menyembunyikan pintu rumah serta menguncinya,” tutur Wira.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, (kiri). (Suara.com/M Yasir)
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, (kiri). (Suara.com/M Yasir)

Ketika itu, lanjut Wira, korban Kayla sempat menumpang ke kamar mandi. Sesuai itu dituduh Argiyan menarik korban kemudian memaksanya masuk ke di kamar.

“Pelaku dengan segera menarik korban ke di kamar kemudian memohon duduk berhadapan dengan kasur kemudian pelaku memegang-megang tubuh korban serta korban berontak sambil teriak-teriak,” jelas Wira.

Karena panik, terperiksa Argiyan lalu mencekik korban hingga lemas. Kemudian ia membuka pakaian korban serta memperkosanya.

“Selesai memperkosa pelaku memakaikan baju kemudian celana korban kembali, akibat masih gerak-gerak kemudian pelaku mengikat tangan kemudian kaki korban dengan menggunakan sarung bantal,” ungkap Wira.

Ilustrasi pemerkosaan. [Istimewa]
Ilustrasi pemerkosaan. [Istimewa]

Sebelum melarikan diri ke rumah neneknya di area Pekalongan, Jawa Tengah terdakwa Argiyan sempat menghubungi ibu kandungnya Fredricka Theodora (42). Lewat arahan WhatsApp atau WA Argiyan melaporkan sudah mencekik lalu mengikat manusia wanita di tempat rumah kontrakannya.

“Ibu pelaku sampai rumah diketahui korban sudah ada meninggal,” bebernya.

Koleksi Video Porno

Wira menambahkan berdasar hasil pemeriksaan digital forensik terhadap handphone atau ponsel milik terperiksa Argiyan, penyidik menemukan beragam konten hingga video porno.

“Dari hasil penelusuran terhadap digital forensik terhadap handphone milik daripada pelaku ditemukan fakta bahwa di area di handphone milik pelaku yang disebutkan berbagai sekali tersimpan konten-konten termasuk video porno yang ini cukup banyak ya,” kata dia.

Kendati begitu, penyidik menurut masih mendalami ada atau bukan keterkaitan koleksi video porno yang dimaksud di dalam balik motivasi dituduh Argiyan melakukan kejahatan tersebut.

“Apakah ada kaitannya dengan motivasi ataupun motif pelaku ini melakukan perbuatannya, ini masih pendalaman,” pungkasnya.

(Sumber: Suara.com)