Bisnis  

Kapan Mulai Lapor SPT Tahunan 2024? Hal ini Jadwal juga Batas Waktu Pelaporan

Kapan Mulai Lapor SPT Tahunan 2024? Hal ini Jadwal juga Batas Waktu Pelaporan

Kontrapedia.com – Kapan mulai lapor SPT Tahunan 2024? Bagi wajib pajak yang tersebut ingin mengurus keperluan perpajakan telah dapat dilaksanakan sejak bulan Januari 2024.

Untuk melaporkan pajak setahun lalu atau 2023, wajib pajak dapat memproduksi SPT Tahunan sejak 1 Januari 2024. Ditjen Pajak pun mulai kampanye untuk mengingatkan publik agar bukan lupa lapor SPT tahunan 2024.

Seperti pada unggahan akun Instagram @ditjenpajakri yang tersebut dibagikan pada 8 Januari 2024 lalu.

“Sudah siap lapor SPT Tahunan? Mulai sekarang #KawanPajak telah dapat lapor SPT tahunan dengan mudah. Jangan biarkan waktu berlalu, ayo segera akses pajak.go.id,” tulisnya.

Lantas sampai kapan batas akhir lapor SPT Tahunan 2024? Untuk mengetahui jawaban selengkapnya simak uraian berikut.

  • 31 Maret 2024 batas waktu pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi
  • 30 April 2024 batas waktu pelaporan SPT Tahunan Badan
  • 30 Juni 2024 batas waktu pemadanan NIK-NPWP

Penetapan tanggal batas akhir lapor SPT Tahunan ini sesuai dengan aturan yang tersebut tertera pada UU Ketentuan Umum juga Tata Cara Perpajakan.

Undang-undang yang disebutkan mengatur batas waktu penyampaian SPT tahunan untuk orang pribadi paling akhir 3 bulan pasca berakhirnya tahun pajak. Artinya untuk SPT tahun 2023, wajib pajak melaporkannya paling lambat tanggal 31 Maret 2024.

UU yang sejenis juga mengatur batas akhir SPT Tahunan wajib pajak badan. Dimana diberi waktu paling lambat 4 bulan pasca berakhirnya tahun pajak.

Dimana tahun ini, wajib pajak badan memiliki waktu sampai tanggal 30 April 2024 untuk melaporkan SPT.

Aturan batas waktu lapor SPT Tahunan ini serupa seperti tahun-tahun sebelumnya. Nah, sekarang bagaimana cara lapor SPT Tahunan yang benar?

Cara Lapor SPT Tahunan 2024

Simak cara mengisi SPT tahunan melalui e-Filing berikut ini:

  • Pertama, silakan membuka laman pajak.go.id kemudian klik login.
  • Kemudian ssi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), password, beserta kode keamanan, serta masuk ke dashboard, lalu pilih ‘Lapor” lalu klik menu ‘e-Filing’.
  • Setelah itu tekan tombol “Buat SPT’, kemudian akan muncul beberapa pertanyaan terkait lalu pilih jawaban yang sesuai.
  • Silakan isi data pada formulir yang dimaksud dipilih itu, meliputi tahun pajak, status SPT tahunan, kemudian pembetulan (jika ada kesalahan pada SPT tahunan sebelumnya. Lalu lanjut, klik ‘Langkah Selanjutnya’.
  • Maka sistem akan mendeteksi secara otomatis apabila ada data pembayaran pajak dari pihak ketiga (perusahaan pemberi kerja). Klik ‘Ya’ jikalau data benar, atau tekan ‘tidak’ apabila Anda ingin menggunakan bukti potong yang sudah ada diterima dari perusahaan dengan mengisi lampiran bagian A.
  • Pada lampiran 1 bagian A, isilah dengan penghasilan neto pada negeri, seperti bunga, royalti, sewa, serta sebagainya. Lalu pada bagian B, isi dengan penghasilan yang mana bukan termasuk objek pajak. Sementara pada bagian C, isi data daftar pemotongan atau pungutan PPh dari bukti potong yang tersebut diterima di tempat tempat kerja.
  • Lampiran berikutnya, silakan isi kolom identitas, status perkawinan, status kewajiban pajak, lalu NPWP suami/istri.
  • Setelah itu, maka Anda akan mengetahui status SPT tahunan, apakah nihil, kurang bayar, atau lebih banyak bayar bila SPT tahunan nihil. Jika kurang bayar, maka akan muncul pertanyaan lanjutan. Sebaliknya, jikalau belum bayar, maka akan diarahkan ke e-Billing.
  • Setelah itu, silakan centang ‘setuju’ bila data yang Anda isi sudah ada benar. Lalu ambil kode verifikasi yang digunakan dikirimkan via e-mail dan juga masukkan ke lembar formulir, dan juga selesai.

afaascczxc

(Sumber: Suara.com)