Fakta Baru: Siswa SMP yang digunakan Cabuli Anak TK di area Ciracas Jaktim Ternyata Doyan Nonton Bokep

Fakta Baru: Siswa SMP yang mana digunakan Cabuli Anak TK di area area Ciracas Jaktim Ternyata Doyan Nonton Bokep

Kontrapedia.com – Polisi membongkar tabiat buruk SH, siswa SMP dalam Ciracas, Ibukota Indonesia Timur yang dimaksud pada masa kini menjadi terdakwa tindakan hukum dugaan pencabulan terhadap murid Taman Kanak-kanan (TK). Berdasar penyidikan sementara, remaja berusia  14 tahun itu gemar menonton video porno. 

Fakta itu diungkapkan oleh Kapolres Metro Ibukota Indonesia Timur Kombes Polisi Nicholas Ary Lilipaly. 

“Berdasarkan pemeriksaan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan juga Anak (PPA), SH mengaku kerap menonton video dewasa,” kata beliau disitir dari Antara, Kamis (25/1/2024) 

Menurut dia, paparan video pornografi itu yang mempengaruhi SH hingga mencabuli PA pada tepi aliran Kali Cipinang. Bahkan, pelaku sempat mengancam korban agar tidaklah menceritakan kejadian itu ke orang tua.

SH mengancam, bila korban bercerita maka pelaku akan memukul wajah PA hingga mimisan.

Kali Cipinang pada Kawasan Ciracas jadi tempat aksi bejat remaja SMP cabuli anak pada bawah umur. [Suara.com/Faqih]
Kali Cipinang di dalam Kawasan Ciracas jadi tempat aksi bejat remaja SMP cabuli anak pada bawah umur. [Suara.com/Faqih]

“Korban kenal dengan pelaku oleh sebab itu rumahnya bersebelahan dekat dengan kali. Sementara keterangan diberikan korban kemudian pelaku terhadap penyidik (pencabulan) baru satu kali,” ujarnya.

Nicolas menuturkan SH telah ditetapkan sebagai terdakwa dengan sangkaan Pasal 76E jo Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Untuk korban telah diberikan pendampingan psikologis dari UPT Kementerian Sosial untuk memulihkan traumanya.

Kapolres menambahkan, pelaku sempat ditahan di area Mapolres Metro Ibukota Indonesia Timur (Jaktim), namun sebab masih dalam bawah umur maka diserahkan ke Sentra Handayani Cipayung, Ibukota Timur.

“Pelaku sudah ada kami serahkan ke Sentra Handayani Cipayung. Kami perlakukan sebagai layaknya hukum yang mana berlaku terhadap anak yang berhadapan dengan hukum,” tutur Nico.

(Sumber: Suara.com)