Ahmad Dhani Ancam Polisikan EO yang Tampilkan Lagu Komposer AKSI Tanpa Izin

Ahmad Dhani Ancam Polisikan EO yang tersebut Tampilkan Lagu Komposer AKSI Tanpa Izin

Kontrapedia.com – Musisi sekaligus Dewan Pembina Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), Ahmad Dhani mengultimatum event organizer (EO) yang tersebut kerap menggunakan lagu milik musisi AKSI tanpa izin.

Hal ini disampaikan pentolan band Dewa19 itu pada konferensi pers yang dilakukan AKSI pada kawasan Gatot Subroto, Ibukota Indonesia Selatan hari ini, Mulai Pekan (22/1/2024).

“Kita akan memberikan surat somasi untuk semua EO dalam Indonesia yang melakukan kegiatan konser dengan menggunakan lagu-lagu dari anggota kami, komposer AKSI, tanpa izin. Akan kami laporkan ke polisi segera semua,” kata Ahmad Dhani.

Konferensi AKSI terkait Direct License dalam kawasan Gatot Subroto, Ibukota Selatan, Hari Senin (21/1/2024) [Suara.com/Tiara Rosana].
Konferensi AKSI terkait Direct License pada kawasan Gatot Subroto, Ibukota Selatan, Hari Senin (21/1/2024) [Suara.com/Tiara Rosana].

“Terutama EO-EO yang digunakan kenal dengan saya, pasti mereka tahu saya serius,” kata Ahmad Dhani menyambung.

Suami Mulan Jameela ini menjelaskan bahwa acara yang digunakan ingin membawakan lagu-lagu milik komposer yang digunakan tergabung pada AKSI wajib melampirkan surat perizinan terhadap AKSI.

Jika hal itu tetap saja dilanggar, Ahmad Dhani juga AKSI tak segan melaporkan EO bersatu penyanyinya ke polisi. Bahkan sang musisi mengancam akan mengakibatkan aparat kepolisian ke acaranya langsung.

Konferensi AKSI terkait Direct License di dalam kawasan Gatot Subroto, Ibukota Selatan, Mulai Pekan (21/1/2024) [Suara.com/Tiara Rosana].
Konferensi AKSI terkait Direct License dalam kawasan Gatot Subroto, Ibukota Selatan, Hari Senin (21/1/2024) [Suara.com/Tiara Rosana].

“Pokoknya semua EO yang digunakan menampilkan lagu dari komposer yang mana sudah ada bergabung juga melakukan pakta integritas dengan AKSI, mereka itu semua harus minta izin ke AKSI,” kata Ahmad Dhani.

“Kalau tak ada surat izin dari AKSI, kita akan laporkan ke polisi. Terutama surat izin dari komposer yang mana tergabung di tempat AKSI. Kita akan laporkan ke polisi, kalau perlu kita bawa polisi ke konsernya, kita ringkus semuanya, EO juga penyanyi,” ujar ia lagi.

Bukan tanpa alasan, Ahmad Dhani bersikap tegas demi melindungi hak-hak royalti dari para musisi yang digunakan bergabung dengan AKSI.

Maling royalti

Dalam kesempatan yang dimaksud sama, Ahmad Dhani yang digunakan juga mengungkap kecurangan yang mana diadakan Wahana Musik Indonesia (WAMI), sebah sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Indonesia.

Hal ini ungkapkan Ahmad Dhani berdasarkan hasil laporan royalti live event yang dihimpun WAMI selama tahun 2023. Dalam laporan tersebut, WAMI berhasil menghimpun Rp900 jt dari seluruh konser selama setahun.

“Kita dapat laporan dari WAMI tahun 2023 itu royalti untuk live event seluruh konser kita dapat kabar Rp900 jt di satu tahun,” kata Ahmad Dhani.

Kecurigaan Ahmad Dhani cukup beralasan. Dia lantas mencotohkan bayaran manggung penyanyi Judika yang digunakan mencapai Rp1,5 miliar. Sehingga tak mungkin saja jikalau total royalti yan dikumpulkan selama setahun cuma Rp900 juta.

“Padahal saya minta Judika untuk show tunggal (harganya) Rp1,5 miliar. Hal ini pandangan aja, show tunggal Judika Rp1,5 miliar, ini laporan WAMI Rp900 jt selama setahun, seluruh komposer Indonesia, masuk akal nggak sih? Hal ini pasti ada malingnya di dalam sini, tidak diduga, udah pasti ada malingnya,” kata Ahmad Dhani.

Pentolan band Dewa19 itu juga menyentil kinerja Lembaga Manajemen Kolektif dan juga Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Menurutnya, akan ditemukan banyak penyelewengan bila dilaksanakan audit di dua organisasi tersebut

Ahmad Dhani juga mengungkapkan bahwa ia sama-sama AKSI sudah ada melakukan somasi untuk LMK kemudian LMKN untuk tidak ada mengurus royalti event bila tidaklah becus.

“Ini kalau kita mau jahat, mau audit pasti berantakan itu LMKN dan juga LMK. Kita juga telah somasi ya, kalau LMKN dan juga LMK nggak dapat urus royalti live event, sudah, nggak usah berbagai berkelit, memang benar kalian nggak mampu atau memang benar ada yang nyopet,” kata Ahmad Dhani.

Di sisi lain, Ahmad Dhani bersatu AKSI juga sudah ada menyebabkan wadah bernama Digital Direct License (DDL) yang dimaksud berfungsi sebagai perantara untuk mengurus hak royalti antara event organizer (EO) dengan pencipta lagu.

Platform yang disebutkan bebas digunakan EO untuk membayarkan segera hak royalti para pencipta lagu tanpa perantara LMK. Sistem Direct License bisa jadi dilaksanakan oleh musisi yang mana telah tergabung AKSI.

(Sumber: Suara.com)